Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_4_2.gif

Agro Industri, Non Agro Industri, dan Informasi Industri

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_5_1.gif

Retribusi Daerah, Bina Pasar, Sarana Dan Prasarana Pasar Daerah

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_6_1.gif

Distribusi, Pemberdayaan, Promosi dan Sarana Perdagangan

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_7_1.gif

Tera/Tera Ulang, Pengawasan, Dan Pemberdayaan

Kepokmas April 2026

Beras Premium
15.000 - 16.000
Beras Medium
13.000
Gula Pasir
17.000 - 18.500
Cabe Besar
25.000 - 45.000
Cabe Rawit Merah
60.000 - 80.000
Cabe Rawit Hijau
20.000 - 27.000
Bawang Merah
33.000 - 40.000
Bawang Putih
27.000 - 32.000
Minyak Goreng
15.700 - 20.000
Minyak Goreng Curah
19.000 - 20.000
Mentega
6.000 - 10.000
Daging Sapi
130.000 - 160.000
Daging Ayam
40.000 - 45.000
Telur Ayam
29.000 - .31.000
Jagung
7.000 - 10.000
Tepung Terigu
8.000 - 13.000
Minyak Tanah
13.000
Garam Yodium
2.000 - 4.000
Udang
60.000 - 80.000
Ikan Kembung
22.000 - 40.000
Mie Instan
2.800 - 3.000
Tempe
12.000 - 14.000
Tahu Mentah
10.000 - 16.000
Pisang
10.000 - 20.000
Jeruk
20.000 - 30.000
Mentega Batangan
6.000 - 13.000
Susu Frisian Flag
12.000 - 13.000
Susu Indomilk
12.000 - 13.000

WhatsApp_Image_2024-11-28_at_09.00.58.jpeg

 

Telah dilaksanakan penerimaan Kunjungan Kerja dari Dinas Perindustrian dan Perdagang Kabupaten Jepara di aula Parikesit Kantor Disperindag Kabupaten Grobogan pada hari Selasa, 26 November 2024, dalam rangka studi tiru tata kelola penyelenggaraan pameran kota dan tata kelola sistem resi gudang di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan.

Kunjungan kerja ini dilakukan untuk mempelajari praktik terbaik, kebijakan, dan prosedur yang diterapkan oleh lembaga atau daerah yang sudah sukses dalam bidang tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan memperbaiki tata kelola di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara

Berikut adalah beberapa langkah atau aspek yang biasanya dijadikan fokus dalam kunjungan kerja tersebut:

1. Studi Tiru Tata Kelola Penyelenggaraan Pameran Kota:

  • Tujuan dan Fokus: Melihat bagaimana suatu kota atau lembaga penyelenggara pameran kota mengelola event atau pameran dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
  • Aspek yang Diperhatikan:
    • Perencanaan dan Pengorganisasian: Proses awal yang meliputi pemilihan tema, penentuan tempat, dan anggaran. Pameran kota sering kali melibatkan banyak sektor, sehingga kolaborasi antar lembaga sangat penting.
    • Manajemen Sumber Daya: Pengelolaan sumber daya manusia dan fasilitas, serta pengadaan peralatan untuk menunjang kelancaran acara.
    • Pemanfaatan Teknologi: Bagaimana teknologi digunakan untuk mempermudah pengelolaan pameran, baik dari segi promosi, registrasi pengunjung, atau pengawasan acara.
    • Pendanaan dan Sponsorship: Strategi pencarian dana dan sponsor untuk mendukung pameran.
    • Evaluasi Pasca Acara: Menilai keberhasilan pameran dari berbagai aspek, seperti jumlah pengunjung, dampak ekonomi, dan citra kota.

2. Studi Tiru Tata Kelola Sistem Resi Gudang:

  • Tujuan dan Fokus: Mempelajari sistem resi gudang yang digunakan dalam perdagangan komoditas, serta bagaimana tata kelolanya dijalankan untuk menjamin transparansi dan efisiensi.
  • Aspek yang Diperhatikan:
    • Regulasi dan Kebijakan: Sistem resi gudang biasanya dijalankan berdasarkan regulasi ketat yang menjamin keamanan transaksi dan penyimpanan barang.
    • Proses Administrasi Resi Gudang: Bagaimana cara penerbitan resi gudang dan verifikasi barang yang disimpan untuk memastikan keabsahan transaksi.
    • Teknologi Sistem: Penerapan teknologi informasi dalam mencatat dan melacak resi gudang untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi.
    • Peran Lembaga Pengawas: Adanya lembaga pengawas yang memantau kegiatan resi gudang, seperti Badan Pengawas Resi Gudang (BPRG) di Indonesia.
    • Pengelolaan Gudang dan Jaminan Kualitas: Sistem pengelolaan gudang yang baik, termasuk kondisi penyimpanan dan perlindungan komoditas yang disimpan agar tetap dalam kualitas terbaik.

3. Implementasi dalam Konteks Lokal:

  • Setelah mempelajari praktik terbaik yang ada, langkah selanjutnya adalah menyesuaikan dengan kondisi lokal di tempat asal kunjungan. Hal ini meliputi:
    • Penyusunan Rencana Aksi: Mengadaptasi ide dan sistem yang telah dipelajari ke dalam rencana aksi yang lebih spesifik.
    • Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM): Melakukan pelatihan kepada pegawai atau pihak terkait untuk meningkatkan kemampuan dalam mengelola pameran kota dan sistem resi gudang.
    • Koordinasi dengan Stakeholder: Menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang terkait, baik itu pemerintah daerah, pengelola pameran, ataupun lembaga pengelola resi gudang.

Link Terkait : https://disperindag.jepara.go.id/page/3/

Secara keseluruhan, kunjungan kerja untuk studi tiru bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penyelenggaraan pameran kota dan pengelolaan sistem resi gudang, yang pada gilirannya dapat meningkatkan perekonomian dan sistem logistik di daerah atau lembaga yang melakukan kunjungan tersebut.

BUPATI GROBOGAN...
WABUP GROBOGAN
KEPALA DISPERIN...

Peraturan Dan Informasi

Renstra OPD

WBS Grobogan

Kuning_dan_Oranye_Playful_Organic_Warung_Banner_Lanscape_11zon.png

Lokasi Kantor

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_16_1.gif

Social Media Disperindag

joomla social share plugin

Youtube Chanel

Link Terkait

Kementrian Perindustrian
Kementrian ESDM
Pasar Id Pedagang
Kementrian Perdagangan
Asosiasi IKM Grobogan
Dalmadi Center
Disperindag Jateng

Pengunjung 

Hari ini 54

Kemaren 79

Minggu ini 444

Bulan ini 869

Keseluruhan 98494

Currently are 96 guests and no members online

DINAS_PERINDUSTRIAN__4_-removebg-preview.png

download-removebg-preview_7.png Jalan Ahmad Yani No.357, Purwodadi, Grobogan, Jateng, 58112.

Tertib_SIng_Tokcer-removebg-preview.png

Template Settings
Select color sample for all parameters
Red Green Blue Gray
Background Color
Text Color
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Scroll to top