WhatsApp_Image_2026-09-22_at_19.36.51.jpeg

Grobogan – Geliat sektor industri di Kabupaten Grobogan terus menunjukkan perkembangan positif. Tidak hanya menghasilkan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, sejumlah perusahaan industri di Grobogan juga telah mampu memperluas jangkauan pemasaran hingga pasar internasional.

 

Potensi tersebut kembali terlihat dalam kegiatan monitoring perusahaan industri yang dilaksanakan Tim 3 Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan, Selasa (22/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Tim 3 melakukan monitoring terhadap PT Kartika Polaswati Mahardhika dan PT Panorama Indah Furnitur. Monitoring menjadi bagian dari upaya Disperindag untuk memantau perkembangan sektor industri sekaligus memperoleh data dan informasi aktual terkait kegiatan usaha, produk yang dihasilkan, penyerapan tenaga kerja, orientasi pemasaran, serta kepatuhan perusahaan dalam menyampaikan pelaporan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

Sirup Kartika Perkuat Pasar Nasional

Perusahaan pertama yang menjadi sasaran monitoring adalah PT Kartika Polaswati Mahardhika, perusahaan yang memproduksi Sirup Kartika.

Produk tersebut telah dipasarkan secara nasional melalui dua kanal pemasaran, yakni online dan offline. Perluasan jaringan pemasaran tersebut menunjukkan bahwa produk industri lokal memiliki peluang untuk terus berkembang dengan memanfaatkan perubahan pola konsumsi dan perkembangan pemasaran digital.

Dari sisi ketenagakerjaan, PT Kartika Polaswati Mahardhika memiliki sekitar 118 orang karyawan. Keberadaan perusahaan tersebut dengan demikian tidak hanya menghasilkan produk yang beredar di pasar, tetapi juga turut membuka dan mempertahankan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Dalam aspek pelaporan kegiatan industri, perusahaan juga telah menyampaikan pelaporan melalui SIINas sampai dengan Triwulan II Tahun 2026.

Tertibnya pelaporan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan data industri yang akurat dan mutakhir, sehingga pemerintah dapat memiliki gambaran mengenai perkembangan kegiatan industri di daerah.

Furnitur Rotan Sintetis Grobogan Menembus Amerika

Potensi yang lebih luas terlihat pada perusahaan kedua, PT Panorama Indah Furnitur.

Perusahaan ini bergerak dalam produksi furnitur berbahan rotan sintetis, dengan jumlah tenaga kerja mencapai sekitar 300 orang.

Yang menarik, produk furnitur yang dihasilkan tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi telah dipasarkan ke Amerika Serikat.

Orientasi ekspor tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa produk yang dihasilkan industri di Kabupaten Grobogan memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional.

Dengan tenaga kerja sekitar 300 orang, aktivitas PT Panorama Indah Furnitur juga memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan produksi dan distribusi.

Seperti halnya PT Kartika Polaswati Mahardhika, PT Panorama Indah Furnitur juga telah menyampaikan pelaporan kegiatan industri melalui SIINas sampai dengan Triwulan II Tahun 2026.

Dua Industri, 418 Tenaga Kerja, Pasar yang Semakin Luas

Jika dilihat dari dua perusahaan yang menjadi sasaran monitoring, terdapat potensi ekonomi yang cukup besar.

PT Kartika Polaswati Mahardhika menyerap sekitar 118 tenaga kerja, sedangkan PT Panorama Indah Furnitur menyerap sekitar 300 tenaga kerja. Dengan demikian, kedua perusahaan tersebut secara keseluruhan mempekerjakan sekitar 418 orang.

Di sisi pemasaran, keduanya juga menunjukkan karakter pasar yang berbeda sekaligus saling melengkapi.

Sirup Kartika memperkuat pasar nasional melalui pemasaran online dan offline, sementara produk furnitur rotan sintetis PT Panorama Indah Furnitur telah menjangkau pasar Amerika Serikat.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan industri daerah tidak hanya berbicara tentang peningkatan jumlah produksi, tetapi juga mengenai kemampuan industri dalam menciptakan lapangan kerja, membangun jaringan pasar, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas akses ke pasar internasional.

Disperindag: Monitoring Bukan Sekadar Pendataan

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan, Pradana Setyawan, S.Pt., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan monitoring perusahaan industri merupakan bagian dari pembinaan sekaligus upaya pemerintah daerah untuk memahami perkembangan industri secara langsung di lapangan.

Menurutnya, monitoring diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang aktual mengenai kondisi perusahaan, termasuk perkembangan produk, pemasaran, tenaga kerja, serta tertib administrasi pelaporan industri.

“Monitoring bukan sekadar pendataan. Kami ingin melihat secara langsung bagaimana industri di Grobogan berkembang, bagaimana produknya dipasarkan, berapa tenaga kerja yang terserap, dan peluang apa yang masih dapat dikembangkan,” ujar Pradana.

Ia menambahkan bahwa semakin luasnya jangkauan pemasaran produk industri Grobogan merupakan peluang yang perlu terus dikembangkan.

“Kami melihat ada produk industri Grobogan yang sudah kuat di pasar nasional dan ada pula yang mampu menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan bahwa potensi industri kita cukup besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut terus diperkuat melalui peningkatan kualitas, inovasi, produktivitas, dan daya saing,” tambahnya.

Tertib SIINas, Data Industri Semakin Kuat

Selain melihat perkembangan usaha di lapangan, Tim 3 juga memastikan aspek pelaporan kegiatan industri melalui SIINas.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa kedua perusahaan yang dikunjungi telah menyampaikan pelaporan SIINas sampai dengan Triwulan II Tahun 2026.

Pelaporan tersebut menjadi bagian penting dalam pemutakhiran data industri. Data yang akurat dapat membantu pemerintah dalam melakukan pemetaan perkembangan industri, mengetahui potensi sektor usaha, serta menyusun kebijakan dan program pembinaan yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.

Disperindag Kabupaten Grobogan sebelumnya juga secara rutin melakukan monitoring terhadap perusahaan industri untuk memastikan tertib pelaporan SIINas sekaligus memahami perkembangan usaha, orientasi pemasaran, dan berbagai kebutuhan pembinaan.

Dari Grobogan untuk Pasar yang Lebih Luas

Kegiatan monitoring ini menjadi pengingat bahwa geliat industri Grobogan hadir dalam berbagai bentuk. Ada produk yang tumbuh melalui pasar nasional, ada pula produk yang telah mengisi pasar internasional.

Sirup Kartika membawa produk olahan Grobogan ke pasar nasional, sementara furnitur rotan sintetis membawa produk manufaktur Grobogan hingga Amerika.

Di balik produk-produk tersebut terdapat ratusan tenaga kerja, aktivitas produksi, jaringan pemasaran, dan perputaran ekonomi yang memberikan manfaat bagi daerah.

Disperindag Kabupaten Grobogan akan terus mendorong komunikasi, pembinaan, monitoring, dan fasilitasi terhadap pelaku industri agar sektor industri semakin berkembang, produktif, inovatif, tertib, dan berdaya saing.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, industri Grobogan diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar, tetapi terus naik kelas, memperluas jangkauan pemasaran, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta membawa nama Grobogan semakin dikenal melalui produk-produknya.

Grobogan punya produk. Grobogan punya tenaga kerja. Grobogan punya pasar. Kini saatnya industri Grobogan terus naik kelas dan melangkah lebih jauh.

WhatsApp_Image_2026-09-22_at_18.06.56.jpeg

Add comment


Security code
Refresh

Kuning_dan_Oranye_Playful_Organic_Warung_Banner_Lanscape_11zon.png

Gemini_Generated_Image_p0j5kfp0j5kfp0j5.jpg

WhatsApp_Image_2026-10-02_at_11.18.59.jpeg

Peraturan Dan Informasi

BUPATI GROBOGAN...
WABUP GROBOGAN
KEPALA DISPERIN...

Black_and_Grey_Video_Centric_YouTube_Intro_16_1.gif

Social Media Disperindag

Youtube Chanel

Link Terkait

Disperindag Jateng
Asosiasi IKM Grobogan
Kementrian Perindustrian
Dalmadi Center
Kementrian ESDM
Kementrian Perdagangan
Pasar Id Pedagang
Template Settings
Select color sample for all parameters
Red Green Blue Gray
Background Color
Text Color
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Scroll to top