
Grobogan – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Pasar Murah Tahun 2026, Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan melaksanakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pasar Murah Tahun 2026.
Rapat tersebut dipimpin secara langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan dan dihadiri oleh berbagai instansi terkait serta pihak pendukung lainnya.
Kegiatan rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam rangka menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah Kabupaten Grobogan.
Rapat koordinasi diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, unsur kecamatan, Perum Bulog, distributor dan penyedia bahan pokok, serta stakeholder pendukung lainnya. Kehadiran seluruh pihak tersebut bertujuan untuk membangun sinergi dan menyamakan persepsi terkait perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan kegiatan pasar murah agar dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
Dalam rapat tersebut, dibahas secara rinci mengenai rencana lokasi pelaksanaan pasar murah yang akan digelar di 9 titik kecamatan di wilayah Kabupaten Grobogan. Penentuan titik lokasi didasarkan pada hasil pemetaan kebutuhan masyarakat, tingkat kerawanan inflasi, serta aksesibilitas lokasi agar kegiatan pasar murah dapat menjangkau masyarakat secara luas dan merata.
Selain penentuan lokasi, rapat juga membahas jadwal pelaksanaan, jenis komoditas yang akan disalurkan, estimasi jumlah dan volume barang, serta mekanisme distribusi kepada masyarakat. Komoditas yang direncanakan tersedia dalam kegiatan pasar murah antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, dan kebutuhan pokok lainnya yang disubsidi sehingga dapat dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Grobogan dalam arahannya menegaskan bahwa pasar murah merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam upaya perlindungan konsumen dan pengendalian inflasi, sekaligus bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Pelaksanaan pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang matang serta komitmen bersama dari seluruh instansi dan pihak pendukung agar kegiatan ini dapat berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran,” ujar Kepala Disperindag Grobogan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan kegiatan pasar murah tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari manfaat langsung yang dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam menekan beban pengeluaran rumah tangga.
Melalui rapat koordinasi ini, Disperindag Kabupaten Grobogan berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan peran dan tanggung jawabnya masing-masing, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan di lapangan, hingga evaluasi kegiatan. Dengan demikian, pelaksanaan Pasar Murah Tahun 2026 yang akan digelar di 9 kecamatan di wilayah Kabupaten Grobogan dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan dampak positif bagi stabilitas perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat.

