Print

WhatsApp_Image_2025-12-01_at_10.59.15.jpeg

Grobogan — Upaya peningkatan kualitas produk UMKM di Kabupaten Grobogan kembali ditunjukkan melalui kunjungan lapangan yang dilakukan Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) bersama Sekretaris Disperindag Kabupaten Grobogan ke pusat oleh-oleh Dua Saudara.

 

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda monitoring dan evaluasi penerapan standar mutu pada produk unggulan daerah, khususnya sektor pangan olahan dan oleh-oleh yang menjadi ikon Kabupaten Grobogan.

Tujuan Kunjungan Peninjauan dilakukan untuk:

1. Melihat kesiapan pelaku UMKM dalam penerapan standar produk SN,

2. Mengidentifikasi kebutuhan pendampingan standarisasi bagi pelaku usaha,

3. Menggali tantangan pelaku UMKM dalam proses produksi, labeling, dan pemasaran,

4. Memberikan rekomendasi peningkatan kualitas untuk menghadapi pasar yang semakin kompetitif.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan disambut langsung oleh pemilik Dua Saudara dan dipersilakan meninjau:

1. Area display produk,

2. Proses produksi beberapa jenis oleh-oleh khas Purwodadi,

3. Penerapan kebersihan dan sanitasi lingkungan produksi,

4. Pengemasan (packaging) dan desain label,

5. Manajemen stok dan distribusi produk.

Kepala BSN memberikan sejumlah masukan konstruktif terkait pentingnya pemenuhan standar keamanan pangan, pencantuman informasi produk sesuai ketentuan, serta peningkatan inovasi dan daya tarik kemasan agar siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Apresiasi dan Komitmen Pembinaan UMKM

Sekretaris Disperindag Grobogan Sigit Adiwibowo, S.E. menyampaikan apresiasi atas perhatian BSN terhadap pelaku UMKM di daerah.

“Kunjungan ini sangat berharga bagi UMKM di Grobogan. Penerapan standar bukan hanya untuk formalitas sertifikasi, tetapi untuk menjaga kepercayaan konsumen, memperluas jaringan pemasaran, sekaligus meningkatkan keberlanjutan usaha. Disperindag akan terus menjadi fasilitator dan pendamping bagi para pelaku UMKM agar dapat memenuhi standar mutu nasional,” tegasnya.

Kepala BSN juga mengapresiasi perkembangan pusat oleh-oleh Dua Saudara yang dinilai telah berperan aktif dalam mendukung ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan produk lokal. BSN menyatakan siap memberikan ruang pembinaan lanjutan untuk pelaku usaha yang berkomitmen meningkatkan standar produknya.

Sektor oleh-oleh di Kabupaten Grobogan saat ini menjadi magnet bagi wisatawan dan masyarakat luar daerah yang berkunjung ke Purwodadi. Produk-produk seperti makanan ringan khas Grobogan, olahan kacang, hingga snack tradisional yang diproduksi UMKM lokal terbukti memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.

Melalui sinergi antara Disperindag Grobogan dan BSN, diharapkan:

1. semakin banyak produk UMKM yang tersertifikasi standar,

2. pelaku usaha meningkat daya saingnya,

3. produk lokal dapat menembus pasar yang lebih luas,

4. Grobogan semakin dikenal melalui kekuatan sektor oleh-olehnya.

Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan, S.Pt. MP. memberikan apresiasi tinggi terhadap kunjungan Kepala BSN dan perhatian yang diberikan kepada pelaku UMKM di daerah. Menurut beliau, standardisasi produk merupakan kebutuhan strategis untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha di era pasar terbuka. 

“UMKM Grobogan memiliki potensi luar biasa, baik dari kekhasan produk maupun kreativitas pelaku usahanya. Namun agar mampu melangkah lebih jauh, perlu ada jaminan mutu, keamanan pangan, serta standardisasi yang sesuai ketentuan nasional. Hal ini menjadi kunci agar produk kita tidak hanya diterima di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan ekspor.”

Beliau juga menyampaikan bahwa penerapan standar bukan semata-mata tentang sertifikasi, melainkan peningkatan kualitas berkelanjutan.

“Standardisasi bukan hanya dokumen, melainkan budaya mutu. Kami ingin pelaku UMKM memahami bahwa konsistensi kualitas, kebersihan, kemasan, informasi label, hingga pelayanan terhadap konsumen adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan usaha.”

Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam menguatkan standardisasi produk UMKM, bukan hanya dari sisi mutu dan keamanan pangan, tetapi juga dari sisi brand, kemasan, dan daya saing pasar. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diyakini akan membawa dampak besar bagi pertumbuhan industri kecil dan ekonomi kreatif di Kabupaten Grobogan