
Grobogan - Kepala Disperindag Kabupaten Grobogan menghadiri kegiatan Sosialisasi Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru (WUB) Industri Kecil yang diselenggarakan oleh DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah pusat dalam memperkuat ekosistem industri kecil di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian RI, tenaga ahli DPR RI, serta akademisi dan praktisi industri untuk memberikan pemahaman mendalam terkait strategi pembinaan wirausaha baru berbasis potensi lokal. Peserta yang hadir merupakan perwakilan pemerintah daerah, pelaku IKM, calon wirausaha muda, dan unsur lembaga pendukung ekonomi daerah.
Kegiatan sosialisasi membahas beberapa poin penting, antara lain:
Skema Penumbuhan Wirausaha Baru Industri Kecil
Akses pembiayaan berbasis industri dan fasilitas perbankan
Penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi
Pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran produk industri kecil
Program kemitraan antara pelaku IKM dan industri besar
Fasilitasi legalitas usaha dan sertifikasi standar mutu produk
Narasumber menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi wirausaha baru agar mampu bersaing dan menghadapi dinamika pasar. Selain itu, pemerintah pusat menargetkan peningkatan jumlah wirausaha baru di sektor industri kecil untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan kontribusi industri pengolahan nonmigas.
Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan, S.Pt. MP. menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan sosialisasi ini. Menurutnya, Grobogan merupakan daerah dengan potensi industri kecil yang besar dan beragam, terutama di sektor pangan, konveksi, kerajinan, dan olahan hasil pertanian.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempercepat lahirnya pelaku usaha baru di Kabupaten Grobogan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, kami optimis pengembangan wirausaha industri kecil di Grobogan akan semakin kuat dan berkelanjutan.”
Beliau juga menegaskan bahwa Disperindag Grobogan terus berupaya menciptakan lingkungan usaha yang kondusif melalui berbagai program pembinaan, antara lain:
Pelatihan teknis dan peningkatan keterampilan produksi
Pendampingan perizinan usaha dan sertifikasi halal, SNI, dan PIRT
Fasilitasi promosi dan pemasaran baik secara offline maupun digital
Pemetaan potensi IKM berbasis wilayah
Penguatan jaringan kemitraan dengan lembaga pembiayaan dan dunia industri
“Industri kecil adalah fondasi penting bagi penyerap tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mendorong tumbuhnya wirausaha baru berarti mendorong kemajuan ekonomi daerah. Disperindag Grobogan siap berkolaborasi dan mengawal penuh program ini di tingkat daerah,” tambah Kadisperindag.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif antara peserta, DPR RI, dan Kementerian Perindustrian untuk menampung aspirasi dan kendala di lapangan. Dari diskusi tersebut, beberapa poin tindak lanjut mengemuka:
Optimalisasi pendampingan teknis bagi wirausaha baru di daerah
Pemetaan potensi industri kecil spesifik per kabupaten/kota
Penyusunan roadmap WUB berbasis klaster industri unggulan
Pembukaan akses pasar dan kemitraan industri lintas wilayah
Disperindag Grobogan menyatakan siap menindaklanjuti hasil sosialisasi dengan mengidentifikasi calon WUB potensial dan meningkatkan intensitas pembinaan berbasis kebutuhan nyata pelaku usaha di lapangan